Istilah Bar, Barista, dan Bartender




Sahabat kopi Indonesia, pastinya kalian pernah berkunjung ke caffe bukan ?

Untuk ketiga istilah seperti bar, barista atau bartender tentunya bukan hal asing lagi bagi kita yang sering menjamah tempat menikmati kopi tersebut. Sebagian orang mungkin kurang paham mengenai istilah-istilah yang ada di dalam sebuah cafe. Yaitu komponen yang mampu membentuk kualitas dari cafe tersebut. Nah, langsung saja kita bahas satu persatu tentang istilah tersebut.


1. Bar

Image by Instagram


Pada umumnya setiap cafe pasti mempunyai komponen yang dikenal dengan nama bar. Bar sendiri memiliki arti sebuah meja panjang yang berfungsi untuk memesan minuman bagi pelanggan dan membuat minuman bagi barista dan bartender (akan dijelaskan). Bar juga tidak hanya ada di cafe saja, namun bar juga berada di kedai, ataupun diskotik.

Dalam sejarahnya kata bar berasa dari Amerika Utara. Pada mulanya bar dikenal dengan sebutan tavern. Bar juga memiliki artian khusus. Yaitu berasal dari kata ‘barrier’ yang artinya 'penghalang'. Penghalang disini berarti sebuah meja panjang yang menghalangi antara pekerja bar dengan pelanggan.

Dahulu, di Amerika, bar digunakan sebagai tempat memesan minuman beralkohol serta tempat untuk duduk bersama kawan sambil menikmati minuman beralkohol tersebut. Namun seiring perkembangan zaman, bar kini tidak hanya sebagai tempat untuk minum minuman beralkohol. Tapi juga minuman non alkohol lainnya. Kini, bar melekat erat sebagai sebutan meja untuk membuat kopi.

Ada beberapa jenis bar yang perlu kita ketahui, dikutip dari empatlima.weebly.com,

A). Public Bar

Bar yang terdapat dalam sebuah hotel maupun cafe yang lokasinya terlihat oleh para tamu. Karena letak dan posisi bar atau counter langsung berada pada Service Area, dimana Bartender, barista atau Bar Staff langsung berhadapan dengan tamu sehingga proses pembuatan minuman pesanan tamu dapat dilihat / disaksikan para tamu.

Adapun jenis-jenis Public Bar antara lain :

• American Bar, bar yang menjual minuman serba lengkap dengan performance yang mewah dan eksklusif. Organisasi bar cukup lengkap dengan tenaga kerja yang terampil. American Bar mempunyai Coctail lounge yang cukup luas dan megah sehingga kebanyakan pengunjungnya berasal dari kalangan High society.

• Apperitif Bar, bar yang menyajikan minuman dalam jenis yang sangat terbatas. Pada umumnya bar seperti ini menyediakan minuman jenis aperitif yaitu minuman yang dapat membangkitkan selera makan sehingga kebanyakan dikunjungi orang ketika waktu menjelang makan.

• Coctail Bar, tempat dimana para tamu dapat relaks sambil mendengarkan lagu dengan diiringi musik hidup dan pelayanannya bersifat resmi atau formil.

• Snack bar, merupakan jenis bar yang khusus menjual makanan ringan disamping menjual minuman beralkohol maupun tidak beralkohol tetapi dengan jumlah yang terbatas.

• Shunken bar, bar jenis ini dibuat dalam ruang terbuka seperti kolam renang, danau, dan tepi pantai. Minuman yang disediakan adalah soft drink, beer, dan minuman beralkohol dalam jumlah terbatas ditambah dengan berbagai macam snack.

• Bar & Night Club (Discotique), dibuka pada malam hari dan tutup hingga larut malam sebagai tempat dimana para tamu menghibur diri sendiri sambil minum dan berdansa dengan didiringi pertunjukan musik.

• Expresso Bar, bar ini berasal dari Italia, komoditas utama adalah Coffee Expresso khas Italia dan juga menyediakan minuman beralkohol dalam jumlah yang terbatas.

• Café Bar, bar ini sebenarnya berasal dari Perancis dengan istilah “ Bar de Café“ dan tidak terlalu besar yang khusus menjual Berewed Coffee serta beberapa jenis minuman sebagai selingan atau tambahan.

• Piano Bar, ruangan tempat tamu bersantai sambil menikmati minuman dan mendengarkan permainan piano.

b). Service Bar

Bar yang melayani tamu secara tidak langsung dan mempunyai satu ruangan saja yaitu ruangan bartender. Ruangan ini membantu pesanan minuman yang datang dari Room Service, Restaurant, dan sebagainya. Biasanya bar ini terletak dibagian belakang restoran atau dekat dengan kitchen.

c). Portable Bar

Bar kecil yang dapat berpindah-pindah atau bar beroda yang biasanya digunakan pada acara jamuan makan Coctail Party atau pada acara Banquet. Bentuk bar ini tidak berbeda dengan sebuah rak atau kereta dorong yang diberi rak sebagai tempat display minuman.
Selain itu bar juga memiliki 4 area yang terdiri dari :

1. Bar Display, terletak dibelakang barman dimana diletakkan botol-botol minuman dari aperitif sampai after drink dinner, selain pajangan juga berguna untuk menarik minat para tamu untuk membelinya.

2. Bar Station, tempat bartending memproduksi minuman yang dirancang sedemikian rupa, dilengkapi dengan speed rack, ice bean, freezer, sink unit, tempat gelas dan lain-lain yang terbuat dari stainless dan mudah dibersihkan.

3. Bar Counter, terletak antara bar station dan bar lounge sesuai dengan fungsinya dibagi dua sebagai pemisah yaitu tamu dan barman dibatasi meja bar.

4. Bar Lounge, ruangan yang terletak didepan bar, interiornya dibuat sangat menarik dan serasi, mulai dari meja, kursi, lampu, ventilasi, dan hiasan disekitarnya serta iringan alat musik yang indah sehingga membuat para tamu betah duduk berlama-lama menikmati minuman yang dihidangkan.

2. Barista



Image by Instagram

Bagi para pecinta kopi, siapa yang tidak mengenal barista. Pada umumnya barista adalah seorang yang profesional dalam meracik dan membuat kopi sehingga kopi tersebut terasa nikmat dan khas. Hal ini menunjukan bahwa racikan kopi dari setiap barista tidaklah sama karena tergantung pada kemampuan dan suasana hati sang barista.
Kembali lagi pada sejarah kopi, kata atau sapaan barista sendiri berasal dari itali yang artinya “pelayan bar.”

Image by Instagram


Sejak tahun 1654 sejak kedai kopi pertama didirikan di Itali, para pelayan bar akhirnya akrab dengan sapaan “barista”
Bagi seorang barista, sangatlah penting mengetahui kemampuan dasar dalam meracik secangkir kopi. Minimal ia harus menguasai cara membuat espresso, cappucino, mochacino, dan latte yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Nah, jika kalian yang ingin menjadi seorang barista handal, maka belajarlah dari barista – barista senior yang mempunyai pengalaman lebih banyak.

3. Bartender

Image by Instagram

Lain halnya dengan barista si ahli kopi, kini sebutan bartender lebih dikenal di kalangan diskotik atau peracik minuman beralkohol. Karena arti dari bartender sendiri adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk meracik minuman yang mengandung takaran alkohol.

Artian tersebut hanya berlaku di jaman dahulu ya teman-teman. Saat ini istilah bartender telah didefinisikan secara universal sebagai pembuat minuman selain kopi, di bar.

Kemudian untuk sejarah dari bartender sendiri telah ada sejak jaman Julius Caesar (50SM) yang saat itu menyajikan wine pada para pengembara. Dari Roma, bartending kemudian menyebar ke Yunani bahkan sampai ke Asia.

Di abad ke 15, yang menjadi Bartender adalah para tuan rumah maupun pemilik bar dan dibantu asisten perempuan dalam menyajikan minuman. Para bartender dan pemilik bar dianggap sebagai kaum elit atau sosialita pada masa itu.

Hal-hal yang dijelaskan diatas juga hanya berlaku pada abad ke – 15 ya teman-teman. Saat ini, bartender telah menjelma menjadi sebuah pekerjaan baik untuk kalangan atas, menengah ataupun bawah. Karena pekerjaan tersebut berlaku untuk semua kalangan.

Nah, dari jabaran diatas teman – teman sudah bisa membedakan antara bar, barista dan bartender kan ?

Jangan sampai salah menyebutkan ya.
Sekian dari bincang kopi, tunggu artikel-artikel tentang kopi selanjutnya.

Suasana hatimu akan menentukan karyamu,,”

- Lail RM.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama